RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT PENCATAT PENGGUNAAN LISTRIK / KWH METER KAMAR KOST MENGGUNAKAN ARDUINO

AGUNG PRESETYO WIBOWO, 11111100080 (2017) RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT PENCATAT PENGGUNAAN LISTRIK / KWH METER KAMAR KOST MENGGUNAKAN ARDUINO. Prodi Teknik Informatika Universitas PGRI Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Artikel.pdf

Download (336kB) | Preview

Abstract

KWH (Kilo Watt Hour) meter merupakan salah satu instrumen yang memiliki fungsi utama untuk melakukan pengukuran energi listrik. KWH meter yang dikenal luas oleh masyarakat umum adalah KWH meter konvensional yang memiliki keterbatasan. KWH meter konvensional hanya melakukan pengukuran energi aktif serta hasil pengukurannya hanya dapat dibaca pada tampilan KWH meter tersebut sehingga selalu dibutuhkan operator manusia yang bertugas melakukan pencatatan data. Hasil dari pengukuran alat tersebut menunjukkan berapa besar pemakaian listrik dalam jangka waktu tertentu sehingga pelanggan listrik dapat mengetahui besarnya pemakaian listriknya melalui alat tersebut, dan dari hasil tersebut pihak PLN dapat melakukan perhitungan besarnya biaya yang harus dibayar oleh pelanggan kepada PLN. Seiring dengan terus meningkatnya Tarif Dasar Listrik (TDL), maka penggunaan listrik harus lebih diperhatikan supaya tidak terjadi pembengkakan biaya listrik. Permasalah ini biasa muncul di tempat-tempat yang digunakan lebih dari satu keluarga atau disebut rumah kontrakan atau di pemondokan/indekost. Yogyakarta merupakan kota pelajar dimana banyak pelajar atau mahasiswa dari dalam ataupun luar daerah yang datang ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu, hal inilah yang memicu munculnya banyak pemondokan atau yang sering disebut indekos. Di suatu pemondokan atau indekos, biasanya memiliki beberapa kamar. Setiap kamar mengkonsumsi daya yang berbeda-beda tetapi dalam tagihan listrik bulanan untuk setiap kamar biasanya dilakukan dengan membagi rata biaya total untuk pemondokan itu dengan jumlah penghuni kamar yang ada. Hal ini sering menimbulkan protes bagi pihak yang merasa tidak terlalu banyak pemakaian listriknya karena merasa dirugikan. Sehingga perlu bagi pemilik pemondokan atau rumah kontrakan memantau pemakaian listrik di setiap kamar dan dapat memperkirakan besarnya biaya yang harus dibayarkan oleh sertiap penghuni kamar/rumah kontrakan setiap bulannya, sehingga penghuni membayar listrik sesuai dengan besarnya pemakaian.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Arduino Uno, Sensor ACS712, Rellay 4 Channel, MCB
Subjects: Komputer > Program untuk komputer personal (aplikasi, sistem informasi)
Divisions: Fakultas Teknik > Tehnik Informatika
Depositing User: Mr. Nugroho
Date Deposited: 05 Apr 2018 03:33
Last Modified: 05 Apr 2018 03:33
URI: http://repository.upy.ac.id/id/eprint/1781

Actions (login required)

View Item View Item